Tari Mata Lima Iringi Arak-Arakan Kesebatinan Batin Pokok Mega Pekon Suka Agung

Tanggamus- Acara pernikahan di setiap daerah pasti akan ada tradisi dan budaya, begitu pula dengan masyarakat Lampung Kesebatinan Pokok Mega Pekon (Desa) Suka Agung, Tanggamus yang mengadakan Nayuh (Pernikahan) tidak lepas diiringi oleh Pincak (Pencak) Khakot dan Arak-arakan pengantin.

Pincak Khakot adalah seni bela diri Lampung yang dalam budaya masyarakat Lampung, juga dipakai prosesi atau arak-arakan agung untuk menjaga sultan atau raja dalam perjalanan.

Dalam kegiatan Nayuh (Pernikahan) adat Kesebatinan Pokok Mega, Pekon Suka Agung diiringi oleh Pincak Khakot dari Sanggar Gema Desa yang menampilkan tiga tarian Khakot.

BACA JUGA :  Partai Demokrat Tanggamus Daftarkan 45 Bacaleg ke KPU

“Ada tiga tarian, Tari Tembung (Tombak), Tari Candung (Golok) dan yang terpokok Tari Mata Lima untuk Saibatin (Satu Junjungan),” ucap Yurtoni, Guru Pincak Khakot Satu Hati Sanggar Gema Desa Pekon Suka Agung, Selasa (11/7/2023).

Yurtoni menjelaskan, Tari Mata Lima adalah tarian penting bagi Kesebatinan Pokok Mega, karena hanya dipertunjukkan bagi Batin (Junjungan) mereka.

BACA JUGA :  DPC Demokrat Tanggamus 'Geruduk' Kantor PN Kota Agung, Ada Apa Ya ?

“Tari Mata Lima ini hanya dipakai kalau Saibatin yang hajatan, jadi tidak bisa digunakan sembarangan,” Jelasnya.

Ketua Sanggar Gema Desa, Apri Mukhlini juga menambahkan, dalam rangka kegiatan Nayuh (Pernikahan) Kesebatinan Pokok Mega, pihaknya sudah menyiapkan kurang lebih 50 orang anggota pada arak-arakan tersebut.

“Tidak termasuk Pincak Khakot, hampir 30 anggota sanggar yang kita ikutkan, yaitu Bertabuh 16 orang, Tari Keset 5 pasang (10 orang), Tari Khudat 3 orang perempuan yang berada di depan pengantin,” katanya.

BACA JUGA :  Dewas BPJS Kesehatan Hadiri Peresmian Klinik Rawat Inap Sangon Inton Medika Putih Doh

(Bust)

Comment