BPD Hipmi Lampung Cari Ketum Baru

BL News, Bandarlampung – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD Hipmi) Lampung mencari Ketua Umum baru Periode 2021-2024.

Hal ini dilakukan karena masa jabatan kepengurusan Ketua Umum BPD Hipmi Lampung periode 2017-2020 segera berakhir.

Saat ini telah terbentuk Panitia Pelaksana OC (Organizing Committee) dan Panitia Pengarah SC (Steering Committee) sehingga BPD Hipmi Lampung siap mencari Ketua Umum baru.

Pendaftaran calon Ketum baru mulai dilakukan pada tanggal 11 sd 12 Februari 2021, setelah itu tanggal 13 Februari 2021 adalah masa pengembalian berkas.

BACA JUGA :  Cara Meningkatkan Omset Bisnis Minuman Kekinian

Ketua Umum BPD Lampung, Arie Nanda Djausal, mengatakan sudah saat nya BPD Hipmi Lampung mencari Ketua Umum baru.

Ia menjelasakan, kriteria nantinya Ketua Umum adalah minimal aktif setahun penuh dipengurusan fungsionaris, Lulus Pendidikan dan Latihan daerah (Diklatda), pernah menjadi pengurus cabang (BPC).

“Selain itu, Ketum harus Warga Negara Indonesia, setia pada UUD 45 dan Pancasila,” kata Arie Nanda, Kamis (4/2/2021).

Nantinya, Calon Ketua Umum yang baru juga harus dapat mengisi kegiatan seminar menyampaikan pokok-pokok pikirannya di depan mahasiswa.

BACA JUGA :  Pimpin Koni Pesawaran, Sonny Zainhard Utama Ucap "Istigfar"

Ia menambahkan, dalam penjaringan ketua umum ini, juga dilakukan secara terbuka.

“Ketika tanggal 13 kita lakukan verifikasi secara terbuka, jadi tidak ada kecurangan yang dilakukan pengurus inti,” kata dia.

Ia pun berharap, calon ketum BPD Hipmi Lampung, nantinya dapat bekerja lebih baik dari dirinya.

“Program-program yang belum sempat terlaksana dapat diteruskan oleh ketum yang baru,” tandasnya.

Diketahui, saat ini kepengurusan Arie Nanda Djausal telah berkahir 20 Desember 2020. Dan berdasarkan AD ART BPD Hipmi, diberikan waktu selama 3 bulan untuk mencari dan melantik kepengurusan yang baru, sehingga secara aturan masa jabatannya akan habis pada tanggal 20 Maret 2021. (*)

BACA JUGA :  120 Karyawan Coco Cola Suktik Vaksin Gotong Royong

Comment