Unila Beri Bonus Rp 764 Juta, Rektor Imbau Tingkatkan Prestasi

Bonus
Rektor Unila Prof Karomani serahkan bonus, Foto: Istimewa

Bisnislampung.com – Universitas Lampung (Unila) memberikan penghargaan kepada 228 mahasiswanya yang berprestasi di tingkat Nasional dan Internasional 2021.

Kemudiaan, para mahasiswa berprestasi tersebut akan mendapatkan kucuran bonus yang keseluruhan mencapai Rp 764 juta.

Di tingkat internasional ada 20 mahasiswa Unila yang mengikuti kompetisi beregu di ajang Internasional Accounting Competition By Binus Univ, selanjutnya 4th World Virtual Choir Festival dan IESCO 2021 (Internasional debate Competition). Dengan memperoleh juara 1,2 dan 3.

Selanjutnya pada tingkat Nasional maupun di PON Papua, ada 208 mahasiswa dengan memperoleh juara 1,2 dan 3.

BACA JUGA :  Arinal Janjikan Bonus Rp 200 Juta untuk Atlet Berprestasi di PON XX Papua

Dalam kesempatan ini, Rektor Unila, Prof. Karomani, langsung menyerahkan di gedung serba guna (GSG) Unila, Selasa (9/11/2021).

“Kita berikan pancingan insentif bonus bagi mahasiswa yang berprestasi. Supaya mahasiswa lebih giat lagi untuk membangun negeri ini dengan sejumlah prestasinya,” ujar Dia,

Oleh karenanya Karomani, mengajak mahasiswa agar lebih berprestasi untuk mendukung institusi, karena saat ini orang lebih melihat prestasinya.

“Maka selain mahasiswa diberikan pendidikan akademis, unila juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dirinya di ekstrakurikuler,” katanya.

BACA JUGA :  Wow! PNBP Unila Capai Rp 330 Miliar, Begini Kata Rektor

Ia menyarankan, mahasiswa tidak perlu berdemo lagi masalah kampus. Namun, penyampaian aspirasi dapat dilakukan dengan berdialog.

“Saya bukan anti demo, tapi lebih ingin segala sesuatu diselesaikan dengan dialog-dialog,” kata dia.

Ia juga menyinggung soal terorisme dan paham radikalismebdi kalangan mahasiswa.

Untuk menangkal paham tersebut, Ia meminta mahasiswa membaca banyak buku karangan dari penulis buku islam agar wawasan tentang islam semakin terbuka.

“Tambah buku bacaan mu, supaya wawasan lebih luas, bagaimana hubungan agama dengan negara, dan relasi hubungan Agama dan Pancasila, jadi radikal itu malah ngebom, itu tidak benar,” imbuhnya. (*)

BACA JUGA :  Jokowi Warning Tiga Kabupaten di Lampung, Soal Peningkatan Kasus Covid

Comment