Bandarlampung – Akhirnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico menambah kuota siswa baru untuk mengakomodir jalur domisili masuk SMAN 1 dan SMAN 2 Bandarlampung.
Hal ini adalah salah satu respon atas polemik wali murid yang mengkritik kebijakan SPMB jalur domisili yang dinilai tidak sesuai dan minim sosialisasi.
Berdasarkan data yang diterima rotasi.id, SMAN 1 Bandarlampung menambah 25 pelajar dari 97 menjadi sebanyak 121 siswa. SMAN 2 Bandarlampung menambah 77 pelajar dari 125 siswa jadi 202 siswa.
Orangtua wali murid sekitar kedua sekolah tersebut menyambut suka cita kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Disdik juga memverifikasi penerimaan siswa jalur prestasi.
Hal ini dimungkinkan karena mengambil jalur pendaftaran afirmasi, mutasi, mutasi anak guru dan prestasi yang tidak terisi sehingga dapat diisi pelajar jalur domisili.
Terkait adanya dugaan kecurangan, Thomas Amirico menjamin tak ada. Jika ada warga yang memergoki dan punya bukti-bukti, dia mempersolahkan lapor ke pihaknya.
“Bapak Gubernur (Mirza) berkomitmen untuk menghilangkan segala bentuk kecurangan dan sangat ingin agar dunia pendidikan meningkat,” ujar Thomas Amirico.
Sebelumnya, ada para calon siswa dan siswi yang dalam penetuan rengking tersingkir menjadi kembali masuk dan dalam kouta yang baru.
“Apabila ada temuan kecurangan, silahkan laporkan, kami akan tindak,” pungkasnya. (*)












Comment